Jembatan Garuda Tegal Kian Nyata, Progres Jembatan Aramco Sungai Salam Lampaui Target
Tegal - Pembangunan Jembatan Garuda yang menjadi program unggulan Kodim 0712/Tegal terus menunjukkan capaian menggembirakan. Salah satu proyek utama, yakni Jembatan Garuda Aramco yang melintasi Sungai Salam di Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, berhasil mencatat progres pembangunan sebesar 60,3 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 59,7 persen. Senin (22/6/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0712/Tegal bersama masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang mampu membuka akses dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kehadiran jembatan ini nantinya akan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Jembatan Aramco yang dibangun di atas Sungai Salam tersebut diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 1.000 jiwa dari 1.500 kepala keluarga yang berada di wilayah Desa Sitail dan sekitarnya. Dengan akses yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih cepat, aman, dan efisien.
Berbagai tahapan pekerjaan telah berhasil diselesaikan, mulai dari pembersihan dan perataan lahan, pemasangan bowplank, penggalian pondasi, pembuatan lantai kerja, langsir material, hingga pemasangan struktur Aramco. Saat ini, pekerjaan pengecoran badan jembatan terus berlangsung dan telah mencapai sekitar 50 persen.
Selain pembangunan Jembatan Aramco, Kodim 0712/Tegal juga tengah mengerjakan Jembatan Garuda Gantung yang membentang di atas Sungai Dukuh, Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru. Jembatan dengan bentang sepanjang 40 meter tersebut akan menjadi penghubung strategis antara Desa Pedagangan dan Desa Pakembaran, Kecamatan Slawi.
Untuk pembangunan jembatan gantung, progres pekerjaan saat ini telah mencapai 3,9 persen, sesuai dengan target yang direncanakan. Pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pembersihan area pembangunan serta pemasangan sebagian bowplank sebagai persiapan konstruksi pondasi utama.
Semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mendorong kelancaran pembangunan kedua jembatan tersebut. Sinergi yang terjalin di lapangan mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, kondisi cuaca relatif mendukung dengan cuaca cerah pada pagi hingga siang hari dan mendung pada sore hari. Tidak ditemukan kendala maupun kejadian menonjol di lokasi pekerjaan, sehingga seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai rencana.
Dengan progres yang terus meningkat, Jembatan Garuda di Kabupaten Tegal diharapkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana penghubung yang mempercepat mobilitas, memperkuat konektivitas wilayah, serta menjadi pendorong tumbuhnya perekonomian desa di masa mendatang.

Komentar
Posting Komentar